ke giatan LOS yang ada di SMP Negeri 34 Surabaya
berjalan dengan tertib , baik , dan aman terhadap siswa-siswi baru yg ada
disini kita dijaga dengan pengawas LOS yg di ambil dari 3 siswa OSIS
yang mengawasi adanya ke giatan LOS ini agar berjalan dengan baik ..
siswa-siswi OSIS membantu jalnnya LOS ini dengan tertib dan baik ...
dan menjaga dan memberi keterampilan ke pada adik-adik LOS
dengan keramahan kita dengan adik-adik los adik-adik los juga dengan rama dan lembut kepad kita
ditahun ajaran ini kegiatan seperti ini di namakan "LOS" Layanan Orientasi Siswa yang sebelumnya
tahun lalu yang di namakan "MOS" Masa Orientasi Siswa yang dengan menyuru dan mepelonco adik-adik
dan tahun ini sistem yang di pakai sangat beda dengan MELAYANI adik-adik LOS yang ada .
Sabtu, 20 Agustus 2011
Ajak Sekolah Peduli Lingkungan, Gelar Penyuluhan LH Pelajar Part 1
Surabaya- Sebanyak 45 pelajar dari 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya tampak memenuhi ruang laboratorium SMPN 16 Surabaya, Senin (25/7). Mereka berasal dari SMPN 16, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 24, SMPN 28, SMPN 34, SMPN 36, SMP Katolik Angelus Custos 2 dan SMP Muhammadiyah 6. Berkumpulnya para pelajar tersebut bukan tanpa alasan. Mereka adalah peserta Penyuluhan Lingkungan Hidup Pelajar se-Surabaya gelombang I yang diselenggarakan oleh Badan Lingkungan Hidup Surabaya.
Selain materi dalam ruangan, peserta penyuluhan berkesempatan keliling SMPN 16 Surabaya untuk melihat program lingkungan hidup yang telah dijalankan. Mereka dipandu oleh tim lingkungan yang dipimpin oleh Desi Arianing, siswi kelas IX, Putri Lingkungan Hidup SMPN 16 Surabaya 2010. Penerapan pemilahan serta pengelolaan sampah di SMPN 16 dapat disaksikan secara langsung oleh peserta.
Tak hanya materi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup yang diberikan kepada peserta. Mereka juga mendapatkan pembinaan tentang perilaku peduli lingkungan serta bagaimana mengajak orang lain untuk ikut peduli terhadap lingkungan hidup oleh Tunas Hijau. Dengan panduan Rani Gayuh Sandhiarti dan Ayu Rahmawati, para siswa diajak melihat pentingnya menjaga lingkungan hidup melalui gambar-gambar dislide.
Kedua mahasiswa Sosiologi Universitas Brawijaya yang sedang kuliah lapangan di Tunas Hijau tersebut juga menyampaikan cara efektif untuk mengajak orang lain peduli dengan terus-menerus mengingatkan langsung maupun melalui slogan dan aturan.
Jumat, 22 April 2011
SMP Negeri 34 Surabaya dalam tunas hijau
SMP 34 Buat Hutan Sekolah Dari Sampah Kertas
Program Sekolahku Peduli Lingkungan
Atin Setyo, guru pembimbing, mengaku sangat bangga melihat program yang telah direncanakan oleh siswa sendiri. Diharapkan agar program tersebut dapat berjalan seterusnya, bukan hanya sebataswacana semata. “Lebih lanjut, saya berharap program ini juga akan diikuti oleh semua guru SMP negeri 34 Surabaya. Mungkin akan ada hutan sekolah khusus guru. Hal ini harus dilakukan oleh seluruhwarga sekolah. Bila hanya dilakukan oleh segelintir warga sekolah, maka kecenderungannya program itu tidak berjalan lama,” kata Atin Setyo.
Sementara itu Nimas Runeh Sabillah, salah satu siswi yang bertugas sebagai koordinator tim lingkungan hidup, mengaku masih sangat sulit untuk mengajak seluruh warga sekolah. Misalnya saja untuk memilah sampah kertas usai sekolah. “Biasanya hanya tim lingkungan saja yang masuk ke kelas-kelas untuk mengambil sampah kertas. Sampah-sampah ini yang akan digunakan untuk membeli pohon dan peralatan kebersihan sekolah,” ungkap Nimas Runeh Sabilah.
Langganan:
Postingan (Atom)