SMP Negeri 34

Kategori: Sltp

Kantor :
Jl Raya Menganti Wiyung SURABAYA 60228
telepon

Sabtu, 29 Oktober 2011

Lomba Siswa Dan Guru Peduli Lingkungan Di SMPN 34



Surabaya- Lomba siswa dan guru peduli lingkungan mewarnai pembinaan dan pemantauan lingkungan hidup Surabaya Eco School di SMPN 34, Senin (24/10). Lomba ini selanjutnya diadakan rutin. “Setidaknya satu bulan sekali akan kami laksanakan. Kalau bisa ya setiap seminggu sekali,” pinta Kepala SMPN 34 Bakti Rahajeng.
Lomba ini merupakan rangsangan untuk seluruh warganya agar mau peduli lingkungan. Gagasan ini didukung oleh Pembina Lingkungan SMPN 34 Atin Setyo Handayani. ”Saya sendiri siap akan melaksanakan kebijakan yang dibuat kepala sekolah,” ujar Atin Setyo Handayani di sela pembinaan dan pemantauan lingkungan hidup di sekolahnya.
Pada lomba ini akan disediakan reward yang disediakan sekolah untuk siswa dan guru peduli lingkungan. Reward ini diperoleh dari hasil pengelolaan sampah di sekolah. ”Kami telah memilah sampah kertas dan plastik yang selanjutnya kami jual jika sudah terkumpul banyak,” ujar ketua kader lingkungan Melani Dwi. Kader lingkungan melakukan pemilahan sampah secara terpusat dan di dalam kelas-kelas sehingga setiap pulang sekolah perwakilan kelas membuangnya ke tempatnya.
Pada pembinaan ini mereka menyampaikan bahwa program lingkungan hidup di sekolah sering terhambat oleh warga sekolah yang tidak peduli lingkungan. “Masih banyak warga sekolah yang tidak peduli lingkungan. Tapi syukur alhamdulilah banyak juga kesadaran anak-anak mulai tumbuh,” ungkap Atin Setyo Handayani. Dia juga menambahkan bahwa setidaknya pengelolaan sampah meliputi membuang sampah pada tempatnya dan pemilahan sampah tetap berjalan meskipun tetap ada kendala.
Banyak cara yang akan dilakukan SMP Negeri 34 untuk menyosialisasikan pentingnya mencintai lingkungan. Diantaranya mengadakan berkebun di sekolah. Ide ini diungkap oleh Eima Yanti Rusdiyah, kader lingkungan. “Kalau bisa mulai sekarang kita menanam pohon berbuah supaya hasil kebunnya bisa dijual ke warga sekolah,” usul Eima. Setidaknya SMP Negeri 34 pernah panen buah mangga tiga kali, menurut data yang dikutip dari sekolah. Di belakang halaman sekolah terdapat hutan sekolah dan beberapa pohon mangga yang telah ditanam 5 tahun lalu.
Pembangunan sekolah membuat pembibitan tanaman langka, seperti pohon juwet atau biasa disebut pohon jamelang terhambat. Banyak yang mati karena kejatuhan semen dari pembangunan gedung baru sekolah. Namun sebentar lagi, para kader lingkungan akan membibit ulang tanaman buah, seperti mangga, nangka dan juwet. “Kami bersiap untuk berkebun di sekolah,” terang Eka Luthfida, kader lingkungan. Semua dilakukan untuk membuat sekolah menjadi lebih hijau dan bersih.
Surabaya Eco School 2011 adalah program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di Surabaya. Program yang memadukan kompetisi, pembinaan dan pemantauan ini diselenggarakan oleh pemerintah kota Surabaya dan Tunas Hijau. Surabaya Eco School didukung oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PDAM Surabaya, ASUS, PT. Dharma Lautan Utama dan Perum Jasa Tirta I.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar